Selasa, 18 Desember 2012

tugas softskill sistem menajemen informasi 2

MEMBUAT KRS








Membuat Data Base :


Kami merencanakan membuat 5 tabel,yaitu :


1. Tabel Data KRS, dengan Field: nim(DETAIL) dan kode mata kuliah.


2. Tabel Mahasiswa, dengan field: id,nim(MASTER), nama mahasiswa, prodi, dosen pembimbing, jenjang Akademik dan jumlah krs.


3. Tabel Mata Kuliah, dengan Field: Kode mata kuliah, nama mata kuliah, sks dan dosen pengajar


4. Tabel Dosen, dengan Field: kode dosen dan nama dosen.


5. Tabel Waktu Krs, nim(DETAIL), semester, T.A., tgl_kembali, tgl_ambil, tgl_pengisian.




Untuk membantu pembuatan database kami menggunakan MySQL Query Browser. Yang langkah-langkahnya sebagai berikut :


  1. Membuka Aplikasi MySQL Query Browser,dan memasukkan password. Tekan OK.
 
2. Klik kanan pada bagian schemata dan pilih create new schema,
3. Setelah jadi schemanya, klik kanan pada schema yang telah dibuat(‘tugas_kita’), lalu pilih create new table.
4.Membuat tabel-tabel yang sudah direncanakan tadi. Sebagai berikut :
Nama Tabel field Tipe data
- mahasiswa id(PK) integer
nim(PK) char(5)
nama varchar(45)
prodi enum(‘MI’,’TK’)
kd_dosen(FK) char(5)
jenjang enum(‘D3’,’S1’)
jumlah_krs integer
- mk kd_mk(PK) char(5)
mk varchar(20)
sks integer
kd_dosen(FK) char(5)
- waktu_krs nim(PK,FK) char(5)
semester enum(‘genap’,’ganjil’)
ta enum(‘2000/2001’,’2001/2002),hanya contoh
tgl_ambil date
tgl_kembali date
tgl_pengisian date
- data_krs nim(PK) char(18)
kd_mk(PK) char(5)
- dosen kd_dosen(PK) char(5)
dosen varchar(45
 
5.Setelah semua diset,beserta foreign key juga. Maka buat aplikasi untuk mengisikan content.
6.Logika dalam pembuatan database ini adalah sebagai berikut
Membuat Aplikasi KRS menggunakan Delphi.
  1. Membuka Delphi.
  2. Pada aplikasi, pilih menu File/New/Data Module.
  3. Pilih komponen ADO/ADOConnection. Property yang perlu di set:
    1. Connection Sting, pilih data source name yang telah dihubungkan pada database yang kita buat tadi(kami tidak membahas ODBC dalam makalah ini).
    2. LoginPrompt è False
    3. Connected è True
  4. Pilih komponen ADO/ADOQuery. Property yang perlu di set:
    1. Connection è DataModule.ADOConnection
    2. Name(recommended)
    3. SQL è select * from “nama table”(pada kasus ini yaitu data_krs, dosen, mahasiswa, mk, waktu krs) [where “nama field”:=”nama_field master”](pada kasus ini yang bertindak sebagai tabel detail, yaitu tabel waktu_krs dan data_krs terhadap mahasiswa àwhere nim:=nim .
    4. DataSource è hanya di set pada tabel detail(waktu_krs dan data_krs) sebagai rujukan ke tabel Master(mahasiswa)
    5. Parameter èuntuk tabel detail(-- nim, value à oleString)
    6. Active è True.
  5. Setelah semua ADOQuery terselesaikan, pilih komponen ADO/DataSource(kami memasukkan komponen data source pada Data Module agar lebih mudah mengoperasikannya). Property yang perlu di set :
    1. Name dan dataset(sesuai dengan ADOQuery masing-masing(sebanyak 5 buah).
    2. Pada kasus ini, lebih baik untuk data source tabel masternya (mahasiswa) dibuat terlebih dahulu bersamaan dengan ADOQuerynya, agar tidak rancu dalam menggeset propertinya.
Berikut ini adalah hasil dari 5 proses diatas dalam data module.
 
  1. Membuat Form KRS, dalam hal ini kami menggabungkan beberapa tabel dalam satu form.
    1. Karena rencangan form KRS kami buat persis seperti bentuk KRS kampu maka komponen-komponennya adalah:
i. Menu File/New/Form
- property name(recommended) diganti. Exs: KRS
ii. tabel mahasiswa(nim, nama, jenjang, prodi, id, jumlah KRS dan dosen pembimbing), cara membuat komponen dosen pembimbing:
1. Klik 2x pada ADOQueMahasiswa, setelah muncul data module untuk AdoQueMahasiswa. Klik kanan pada bidang kosong data module tersebut lalu pilih new field.
2. Diisikan seperti berikut:
 
1. Penjelasan, kami membuat referensi ke tabel ADOQueDosen dengan field acuan kd_dosen-kd_dosen dan kami menampilkannya (result field) dalam bentuk nama dosennya.
Selanjutnya pilih (add all field) semua field pada data module lalu tarik ke form.
Agar form mudah untuk diisi kami membuatkan komponen DBComboBox pada field(jenjang dan prodi).
Untuk setiap komponen DBComboBox, properti yang perlu di set:
1. DataSource è DataModule2.DataSourceMahasiswa
2. DataField è jenjang dan prodi
3. Items è diisikan pilhan-pilihan yang akan di list sesuai dengan yang ada pada database untuk masing-masing field
Untuk field “id”, saya maksudkan agar bila krs tersebut diisi dengan 2 nim dan nama mahasiswa yang sama tidak terjadi error(Disini belum berfungsi secara optimal). Agar tidak kelihatan property visiblenya di set FALSE.
ii. Tabel waktu_krs(nim, semester, tgl_ambil, tgl_kembali, tgl_pengisian,ta)
Selanjutnya pilih semua field pada data module lalu tarik ke form.
Nimàenable(false) &visible(false). Field nim nantinya akan mengacu pada ADOQueMahasiswa.nim
Field semester dan ta kami buatkan DBComboBox, cara seperti pada DBComboBox untuk jenjang dan prodi, hanya berbeda pada Items(sesuai content masing- masing).
iii. Buat DbGrid pada form. Untuk memasukkan data mata kuliah krs Property yang di set:
1. DataSource è DataModule2.DataSourceDataKrs
2. klik kanan pada DBGrid lalu pilih Columns Editor untuk mengatur posisi kolom pada DBGrid. Buat sesuai dengan aturan krs.
iv. Membuat komponen DBNavigator, dengan property dataSource = DataModule2.DataSourceMahasiswa.
v. Buat Button, untuk menutup aplikasi.
Event pada form KRS:
1. procedure TDataModule2.ADOQueWktKrsNewRecord(DataSet: TDataSet);
begin
ADOQueWktKrstgl_pengisian.Value := now;
end;
2. procedure TKRS.Button1Click(Sender: TObject);
begin
Application.Terminate;
end;
b. Hasil akhir Form KRS adalah sebagai berikut.
 
8. Membuat Form Dosen Untuk mengoperasikan tabel Dosen.
      1. Menu File/New/Form
    - property name(recommended) diganti. Exs: Dosen
      1. Klik 2x pada ADOQueDosen
      2. Klik kanan pada data module yang muncul, pilih add all fields. Lalu tarik ke form yang dibuat tadi.
      3. Buat komponen DBGrid dan DBNavigator untuk pengoperasian, masing-masing di set pada property DataSource è DataModule2.DataSourceDosen
      4. Hasil form:
 
9.Membuat Form Mata Kuliah Untuk mengoperasikan tabel Mata Kuliah.
    1. Menu File/New/Form
- property name(recommended) diganti. Exs: Mk
    1. Klik 2x pada ADOQueMk
    2. Klik kanan pada data module yang muncul, pilih add all fields. Lalu tarik ke form yang dibuat tadi.
    3. Buat field lookup untuk dosen. Cara membuat persis seperti pada cara membuat lookup pada tabel mahasiswa diatas.
    4. Buat komponen DBGrid dan DBNavigator untuk pengoperasian, masing-masing di set pada property DataSource è DataModule2.DataSourceMataKuliah
    5. Hasil form:
 
10. Membuat Form Mahasiswa Untuk melihat data-data mahasiswa yang sudah mendaftar.
a. Menu File/New/Form
- property name(recommended) diganti. Exs: Mhs
b. Buat komponen DBGrid dan DBNavigator untuk pengoperasian, masing-masing di set pada property DataSource è DataModule2.DataSourceMataKuliah
c. klik kanan pada DBGrid lalu pilih Columns Editor untuk mengatur posisi kolom pada DBGrid. Buat sesuai dengan isi.
d. Lebih baik property read only-nya di true semua karena hanya berfungsi untuk melihat data yang sudah masuk.
e. Buat button close seperti pada form KRS.
f. Hasil form:
 
11. Membuat form Utama.
a. Menu File/New/Form
- property name(recommended) diganti. Exs: Form Utama
b. Buat 3 panel, diatur property align.
c. Buat komponen MainMenu. Diisi link terhadap form-form yang lain.
d. Hasil :
 
TUGAS 3
MEMBUAT DATABASE PEMINJAMAN BUKU PERPUSTAKAAN
Ini adalah source code untuk membuat Database Peminjaman Buku di Perpustakaan.

create database PERPUSTAKAAN

USE PERPUSTAKAAN

CREATE TABLE MAHASISWA(NIM CHAR(9) NOT NULL PRIMARY KEY,
 NAMA VARCHAR(30),ALAMAT VARCHAR(30))

CREATE TABLE PENERBIT(KODE_PENERBIT CHAR(2) 
NOT NULL PRIMARY KEY,NAMA_PENERBIT VARCHAR(20))

CREATE TABLE BUKU(KODE_BUKU CHAR(4) NOT NULL 
PRIMARY KEY,JUDUL CHAR(20),PENGARANG CHAR(15),
JUMLAH_BUKU INT,KODE_PENERBIT CHAR(2) REFERENCES PENERBIT(KODE_PENERBIT))
CREATE TABLE PINJAM(TGL_PINJAM DATETIME,NIM CHAR(9) REFERENCES MAHASISWA
(NIM),KODE_BUKU CHAR(4) REFERENCES BUKU(KODE_BUKU),TGL_HARUS_KEMBALI DATETIME,
TGL_KEMBALI DATETIME)

INSERT INTO MAHASISWA VALUES('123010001','MELANIE','JL. KARTINI')
INSERT INTO MAHASISWA VALUES('123010002','BUDI','JL. MELANTHON SIREGAR')
INSERT INTO MAHASISWA VALUES('123010003','CHANDRA','JL. SUTOMO')
INSERT INTO MAHASISWA VALUES('123010004','PITA','JL. CIPTO')

SELECT * FROM MAHASISWA

INSERT INTO PENERBIT VALUES('01','Piksi ITB')
INSERT INTO PENERBIT VALUES('02','Ganesha')
INSERT INTO PENERBIT VALUES('03','Elipson')
INSERT INTO PENERBIT VALUES('04','Gramedia')

SELECT * FROM PENERBIT

INSERT INTO BUKU VALUES('SO01','DOS','M. URIP','10','01')
INSERT INTO BUKU VALUES('BD01','dbaseIII Plus','ESIP B.','5','01')
INSERT INTO BUKU VALUES('BD04','Clipper','Ahmad G','4','02')
INSERT INTO BUKU VALUES('FI01','FISIKA','Sutrisno','10','04')

SELECT * FROM BUKU

INSERT INTO PINJAM VALUES('2003/04/20','123010001','SO01',
'2003/04/23','2003/04/23')
INSERT INTO PINJAM VALUES('2003/04/20','123010002','BD01',
'2003/04/23','2003/04/23')
INSERT INTO PINJAM VALUES('2003/04/20','123010003','BD04',
'2003/04/23','2003/04/23')
INSERT INTO PINJAM VALUES('2003/04/20','123010003','FI01',
'2003/04/24','2003/04/25')
INSERT INTO PINJAM VALUES('2003/04/21','123010004','SO01',
'2003/04/24','2003/04/25')
INSERT INTO PINJAM VALUES('2003/04/21','123010001','BD01',
'2003/04/24','2003/04/24')

SELECT * FROM PINJAM

selesaii...
Sebagai Catatan, Perintah Pembuatan Table Dan Pengisian 
Recordnya Harus Bertahap, Dimulai Dari Table Yang Berdiri Sendiri, 
Artinya Adalah Table Yang Tidak Memiliki Referensi Yaitu 
Table Mahasiswa Dan Table Penerbit, Kemudian Dilanjutkan Dengan 
Table Yang Memiliki Referensi Yaitu Table Buku Dan Table Pinjam.







Dan Ini adalah Hasil Akhirnya.
 
SUMBER :


 
 

tugas softskill sistem informasi manajemen 1

TUGAS SOFTSKILL


TENTANG PENGAMANAN JARINGAN , DATABASE KRS






NAMA ANGGOTA :


Ø THESAR SEPTALEGIA (37111084)


Ø DANANG WAHYUDI (31111711)


Ø SAKTI HIDAYATULLAH (36111560)


Ø RISFIANDY ALIP W (39111515)


Ø TYARA ZAHIRA (39111401)




























TUGAS 1

BAB I


PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang Masalah


Perkembangan dunia internet pada saat ini telah mencapai suatu tahap yang begitu cepat, sehingga tidak mengherankan apabila di setiap sudut kota banyak ditemukan tempat-tempat internet yang menyajikan berbagai jasa pelayanan internet. Sejarah perjalanan internet dari mulai ditemukan hingga menjadi suatu kebutuhan manusia sampai saat ini sangatlah panjang. Internet adalah jaringan informasi yang pada awalnya (sekitar akhir 1960-an, tepatnya mulai tahun 1969) dikembangkan oleh Departeman Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat (DoD = Departement of Defense USA) sebagai proyek strategis yang bertujuan untuk berjaga-jaga (penanggulangan) bila terjadi gangguan pada jaringan komunikasi umum, khususnya pengaruhnya pada sistem komunikasi militer mereka. Pada saat itu perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet sedang mencapai puncaknya, sehingga mereka membuat antisipasi atas segala kemungkinan akibat perang yang mungkin akan terjadi. Awalnya internet hanya digunakan secara terbatas di dan antar-laboratorium penelitian teknologi di beberapa institusi pendidikan dan lembaga penelitian saja, yang terlibat langsung dalam proyek DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency). Tetapi 45 tahunan kemudian (sekarang ini), internet telah meluas ke seluruh dunia, dari pemerintah, perusahaan besar dan kecil, LSM hingga perorangan telah banyak yang memanfaatkannya, karena kepraktisannya sebagai sarana komunikasi dan untuk pencarian informasi Data tentang internet tahun 1998 menyebutkan bahwa e-mail telah dapat dikirim ke 150 negara lebih di dunia ini, transfer file (ftp) dapat menjangkau ke 100-an negara, dan pengguna di seluruh dunia pun diperkirakan telah sampai 60 juta-an orang, atau 5% dari jumlah total seluru penduduk dunia. Kemudian, berdasarkan data tahun 1999, pengguna internet di seluruh dunia hingga Mei 1999 sudah mencapai 163 juta orang.


Pada mulanya, internet sempat diperkirakan akan mengalami kehancuran oleh beberapa pengamat komputer di era 1980-an karena kemampuannya yang pada saat itu hanya bertukar informasi satu arah saja. Namun semakin ke depan, ternyata perkiraan tersebut meleset, dan bahkan sekarang menjadi suatu kebutuhan akan informasi yang tiada henti-hentinya dipergunakan.


Namun keindahan internet tidak seindah namanya yang dijanjikan dapat memberikan berbagai informasi yang ada di belahan dunia manapun, karena berbagai kejahatan yang ada di kehidupan nyata ternyata lebih banyak ditemukan didunia internet. Kejahatan di internet ini populer dengan nama cyber crime. Adanya cyber crime akan menjadi dampak buruk bagi kemajuan dan perkembangan negara kita serta di dunia pada umumumnya. Saat ini, internet telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sebagai salah satu wahana komunikasi dalam bisnis maupun untuk privat. Tetapi di balik itu masih banyak lubang kelemahan sistem di internet yang bisa dimanfaatkan oleh para cracker untuk tujuan tidak baik, seperti bom mail, pengacak-acakan home page, pencurian data, pasword ataupun nomor kartu kredit, dll.




1.2 Tujuan Penulisan




Tujuan penulisan dari proyek akhir ini adalah untuk membahas mengenai


keamanan jaringan internet dan bagaimana untuk mengetahui vulnerability dari suatu jaringan, sehingga dengan mengetahui kelemahan yang terdapat pada jaringan maka langkah-langkah untuk mengatasi kelemahan ini dapat dilakukan. Selain itu penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemprograman Terstruktur.




1.3 Metode Penulisan




Makalah ini ditulis berdasarkan beberapa referensi yang didapatkan dari literatur mengenai keamanan jaringan internet.




1.4 Sistematika Penulisan


Makalah ini terdiri dari 3 bab, yaitu:


BAB I : PENDAHULUAN


Bab ini berisi latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan dari makalah Pemprograman Keamanan Jaringan Internet.


BAB II : PEMBAHASAN


Bab ini berisi konsep keamanan jaringan internet ancaman dalam internet, pelaku kejahatan internet, sekuriti internet, contoh-contoh kejahatan di internet dan cara penanggulangannya, dan cara aman berselancar di dunia maya


BAB III : PENUTUP


Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari makalah Pemprograman Keamanan Jaringan Internet.

















BAB II


PEMBAHASAN


2.1 Konsep Keamanan Jaringan Internet


Pada era global seperti sekarang ini, keamanan sistem informasi berbasis Internet menjadi suatu keharusan untuk lebih diperhatikan, karena jaringan internet yang sifatnya publik dan global pada dasarnya tidak aman. Pada saat data terkirim dari suatu komputer ke komputer yang lain di dalam Internet, data itu akan melewati sejumlah komputer yang lain yang berarti akan memberi kesempatan pada user tersebut untuk mengambil alih satu atau beberapa komputer. Kecuali suatu komputer terkunci di dalam suatu ruangan yang mempunyai akses terbatas dan komputer tersebut tidak terhubung ke luar dari ruangan itu, maka komputer tersebut akan aman. Pembobolan sistem keamanan di Internet terjadi hampir tiap hari di seluruh dunia.


Akhir-akhir ini kita banyak mendengar masalah keamanan yang berhubungan dengan dunia internet. Di Indonesia sendiri beberapa orang telah ditangkap karena menggunakan kartu kredit curian untuk membeli barang melalui internet. Akibat dari berbagai kegiatan ini diduga kartu kredit dari Indonesia sulit digunakan di internet (atau malah di toko biasa di luar negeri). Demikian pula pembeli dari Indonesia akan dicurigai dan tidak dipercaya oleh penjual yang ada di internet.


Kejahatan cyber atau lebih dikenal dengan cyber crime adalah suatu bentuk kejahatan virtual dengan memanfaatkan media komputer yang terhubung ke internet, dan mengekploitasi komputer lain yang terhubung juga pada internet. Adanya lubang-lubang keamanan pada system operasi menyebabkan kelemahan dan terbukanya lubang yang dapat digunakan para hacker, cracker dan script kiddies untuk menyusup ke dalam computer tersebut. Kejahatan yang terjadi dapat berupa:


1. Pencurian terhadap data


2. Akses terhadap jaringan internal


3. Perubahan terhadap data-data penting


4. Pencurian informasi dan berujung pada penjualan informasi




2.2 Ancaman dalam Internet


Pada dasarnya ancaman datang dari seseorang yang mempuyai keinginan memperoleh akses ilegal ke dalam suatu jaringan komputer. Oleh karena itu, harus ditentukan siapa saja yang diperbolehkan mempunyai akses legal ke dalam sistem, dan ancaman-ancaman yang dapat mereka timbulkan. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh menyusup dan sangat berguna apabila dapat membedakan tujuan-tujuan tersebut pada saat merencanakan sistem keamanan jaringan komputer.


Beberapa tujuan para penyusup adalah:


- Pada dasarnya hanya ingin tahu sistem dan data yang ada pada suatu jaringan komputer yang dijadikan sasaran. Penyusup yang bertujuan seperti ini sering disebut dengan The Curius.


- Membuat sistem jaringan menjadi down, atau mengubah tampilan situs web. Penyusup yang mempunyai tujuan seperti ini sering disebut sebagai The Malicious.


- Berusaha untuk sumber daya di dalam sistem jaringan komputer untuk memperoleh popularitas. Penyusup seperti ini sering disebut sebagai The Profile Intruder.


- Ingin tahu data apa saja yang ada di dalam jaringan komputer untuk selanjutnya dimanfaatkan untuk mendapat uang. Penyusup seperti ini sering disebut sebagai The Competition.
Secara umum hubungan antara pengguna Internet sebuah website (Web Server) dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Pengguna terhubung ke Internet melalui layanan Internet Service Provider (ISP), baik dengan menggunakan modem, DSL, cable modem, wireless, maupun dengan menggunakan leased line. ISP ini kemudian terhubung ke Internet melalui network provider (atau upstream). Di sisi Web Server, terjadi hal yang serupa. Server Internet terhubung ke Internet melalui ISP atau network provider lainnya. Gambar tersebut juga menunjukkan beberapa potensi lubang keamanan (security hole).
Di sisi pengguna, komputer milik pengguna dapat disusupi virus dan trojan horse sehingga data-data yang berada di komputer pengguna (seperti nomor PIN, nomor kartu kredit, dan kunci rahasia lainnya) dapat disadap, diubah, dihapus, dan dipalsukan. Jalur antara pengguna dan ISP dapat juga di sadap. Sebagai contoh, seorang pengguna yang menggunakan komputer di lingkungan umum (public facilities) seperti di Warung Internet (warnet) dapat disadap informasinya oleh sesame pengguna warnet tersebut (atau pemilik warnet yang tidak bertanggung jawab) ketika dia mengetikkan data-data rahasia melalui web.

Di sisi ISP, informasi dapat juga disadap dan dipalsukan. Sebagai contoh bila sistem keamanan dari sang ISP ternyata rentan, dan dia kebobolan, maka mungkin saja seorang cracker memasang program penyadap (sniffer) yang menyadap atau mengambil informasi tentang pelanggan ISP tersebut.

Di sisi penyedia jasa, dalam hal Web Server yang menyediakan layanan Internet.ada juga potensi lubang keamanan. Berbagai kasus tentang keamanan dan institusi finansial sudah dilaporkan. Misalnya, ada kasus di Amerika serikat dimana seorang cracker berhasil masuk ke sebuah institusi finansial dan mengambil data-data nasabah dari berbagai bank yang berada dalam naungan institusi finansial tersebut. Di Indonesia sendiri ada “kasus” domain “plesetan” klikbca.com yang sempat membuat heboh.


2.3 Pelaku Kejahatan Internet

Tipe – tipe dari para pelaku kejahatan di dunia maya umumnya tipe mereka diambil dari cara kerja dan tujuan mereka dalam melakukan tindakan perilaku yang menyimpang. Namun dalam perkembangannya, pengertian hacker ini menjurus ke arah yang lebih negatif. Karenanya , istilah pun bertambah untuk membedakan yang satu dengan yang lainyakni ada cracker , phreaker , dan carder.

1. Cracker

Merupakan seseorang yang masuk secara illegal ke dalam system komputer. Istilahnya cracker ini merupakan para hacker yang menggambarkan kegiatan yang merusak dan bukan hacker pada pengertian sesungguhnya. Hacker dan Cracker mempunyai proses yang sama tapi motivasi dan tujuan yang berbeda. Cracker adalah hacker yang merusak , oleh sebab itu istilah hacker menjadi buruk di masyarakat bahkan sekarang ada dinamakan white hacker dan black hacker.

2. Phreaker

Ditinjau dari tujuannya, phreaker merupakan seseorang yang melakukan tindakan kejahatan terhadap jaringan telepon misalnya menyadap jaringan telepon seseorang atau badan pemerintahan dan menelpon interlokal gratis. Pada tahun 1971, seorang veteran perang Vietnam bernama John Draper menemukan cara menelpon jarak jauh , tanpa mengeluarkan biaya. Triknya adalah dengan menggunakan sebuah peluit, yang menghasilkan suara kurang lebih 2600 mhz saat menelpon. Dari sinilah istilah phreaker mulai dikenal.

3. Carder

Merupakan kelompok orang yang melakukan tindakan kejahatan dengan melakukan manipulasi nomor kartu kredit orang lain dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Sejarah yang paling fenomenal adalah seorang carder yang bernama Kevin Mitnick melakukan manipulasi kartu kredit sebanyak 2000 nomor kartu kredit. Berbagai virus dan tindakan para carder untuk menyerang semakin ganas. Tidak kurang situs – situs besar yang mempunyai tingkat keamanan yang tinggi berhasil dijebol seperti situs berita internasional CNN.com, Yahoo.com, Astaga.com, bahkan situs pemerintahan Amerika seperti situs gedung putih , FBI, dan Microsoft pun terkena serangan pula.


2.4 Sekuriti Internet

- Alasan Ketidakamanan Internet

Dari uraian di paragraf-paragraf sebelumnya, kita tahu bahwa sebenarnya internet belumlah benar-benar aman. Beberapa alasan utama ketidakamanan internet adalah sebagai berikut:

1. Internet adalah wilayah bebas tak bertuan, tak ada pemerintahan dan hukum yang mengaturnya. Manajemen dan perlindungan keamanan masing-masing jaringan diserahkan sepenuhnya kepada penanggungjawab jaringan (administrator jaringan internet). Dan pada kenyataannya, tidak semua administrator jaringan, mengerti dengan baik tentang keamanan internet.

2. Masih banyaknya ‘hole’ (lubang) di sistem komputer dan jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh cracker demi keuntungan/kepuasan nafsu pribadinya.

3. Akses user dari kamar (tempat terpencil) dan lemahnya pengawasan dari orang lain, sehingga nafsu pribadilah yang akan menguasai si user;

4. Kurangnya kesadaran adanya ‘hole’ kejahatan di internet oleh kebanyakan user.

5. Belum adanya standar keamanan manajemen jaringan internet.

- Aspek Keamanan Komputer dalam Internet

Saat kita menggunakan komputer dengan koneksi internet untuk keperluan penting yang membutuhkan privasi dan integritas tinggi, baik yang bersangkutan dengan transaksi maupun tukar menukar data yang sifatnya privat, maka harus diperhatikan beberapa syarat keamanan Internet di bawah ini.

1. Privacy / Confidentiality

Sistem harus memastikan bahwa informasi dikomunikasikan dan disimpan secara aman dan hanya dapat diakses oleh mereka yang berhak saja. Data- data pribadi yang bersifat pribadi harus dapat terjaga dan dapat di pastikan terproteksi dengan baik. Contoh kasus seperti usaha penyadapan (dengan program sniffer). Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi .

  1. Integrity

Sistem harus memastikan bahwa informasi dikirimkan secara menyeluruh, lengkap dan dalam keadaan tidak berubah. Informasi yang dikirim tidak bisa diubah tanpa seijin pemiliknya.Contoh serangan adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.


  1. Availability

Sistem yang bertugas mengirimkan, menyimpan dan memproses informasi dapat digunakan ketika dibutuhkan oleh mereka yang membutuhkannya. Contoh hambatan “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.

  1. Authenticity

Sistem harus memastikan bahwa pihak, obyek, dan informasi yang berkomunikasi adalah riil dan bukan palsu. Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga“intellectual property”, yaitu dengan meni dokumen atau hasil karya dengan “tangan” pembuat ) dan digital signature.

Metode authenticity yang paling umum digunakan adalah penggunaan

username beserta password-nya. Metode username/password ini ada berbagai macam

jenisnya, berikut ini adalah macam-macam metode username/password:

• Tidak ada username/password

Pada sistem ini tidak diperlukan username atau password untuk mengakses suatu jaringan. Pilihan ini merupakan pilihan yang palin tidak aman.

• Statis username/password

Pada metode ini username/password tidak berubah sampai diganti oleh administrator atau user. Rawan terkena playbacks attacka, eavesdropping, theft, dan password cracking program.

Expired username/password

Pada metode ini username/password akan tidak berlaku sampai batas waktu tertentu (30-60 hari) setelah itu harus direset, biasanya oleh user. Rawan terkena playback attacks, eavesdropping, theft, dan password cracking program tetapi dengan tingkat kerawanan yang lebih rendah dibanding dengan statis username/password.


• One-Time Password (OTP)


Metode ini merupakan metoda yang teraman dari semua metode


username/password. Kebanyakan sistem OTP berdasarkan pada “secret passphrase”, yang digunakan untuk membuat daftar password. OTP memaksa user jaringan untuk memasukkan password yang berbeda setiap kali melakukan login. Sebuah password hanya digunakan satu kali.


1. Access Control


Sistem harus dapat melakukan kontrol akses. Merupakan cara pengaturan akses kepada informasi. berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy menggunakan kombinasi userid/password atau dengan


  1. NonRepudiation


Sistem harus memastikan bahwa pihak yang melakukan transaksi tidak dapat menolak, menyangkal transaksi yang telah dilakukannya.


- Security Attack Models


Menurut W. Stallings [William Stallings, “Network and Internetwork Security,” Prentice Hall, 1995.] serangan (attack) terdiri dari :


  1. Interruption


Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan adalah “denial of service attack”.


  1. Interception


Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses asset atau informasi. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).


  1. Modification


Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi dari web site dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik web site.




  1. Fabrication


Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu seperti e-mail palsu ke dalam jaringan komputer.


- Sumber lubang keamanan


Lubang keamanan (security hole) dapat terjadi karena beberapa hal; salah disain (design flaw), salah implementasi, salah konfigurasi, dan salah penggunaan.


1) Salah Disain


Lubang keamanan yang ditimbulkan oleh salah disain umumnya jarang terjadi. bAkan tetapi apabila terjadi sangat sulit untuk diperbaiki. Akibat disain yang salah, maka biarpun dia diimplementasikan dengan baik, kelemahan dari sistem akan tetap ada.


2) Implementasi kurang baik


Lubang keamanan yang disebabkan oleh kesalahan implementasi sering terjadi. Banyak program yang diimplementasikan secara terburu-buru sehingga kurang cermat dalam pengkodean. Akibatnya cek atau testing yang harus dilakukan menjadi tidak dilakukan. Lubang keamanan yang terjadi karena masalah ini sudah sangat banyak, dan yang mengherankan terus.terjadi, seolah-olah para programmer tidak belajar dari pengalaman.


3) Salah konfigurasi


Meskipun program sudah diimplementasikan dengan baik, masih dapat terjadi lubang keamanan karena salah konfigurasi. Contoh masalah yang disebabkan oleh salah konfigurasi adalah berkas yang semestinya tidak dapat diubah oleh pemakai secara tidak sengaja menjadi “writeable”. Apabila berkas tersebut merupakan berkas yang penting, seperti berkas yang digunakan untuk menyimpan password, maka efeknya menjadi lubang keamanan.




4) Salah menggunakan program atau sistem


Salah penggunaan program dapat juga mengakibatkan terjadinya lubang keamanan. Kesalahan menggunakan program yang dijalankan dengan menggunakan account root (super user) dapat berakibat fatal. Sering terjadi cerita horor dari sistem administrator baru yang teledor dalam menjalankan perintah “rm -rf” di sistem UNIX (yang menghapus berkas atau direktori beserta sub direktori di dalamnya). Akibatnya seluruh berkas di system menjadi hilang mengakibatkan Denial of Service (DoS). Apabila system yang digunakan ini digunakan bersama-sama, maka akibatnya dapat lebih fatal lagi. Untuk itu perlu berhati-hati dalam menjalan program, terutama apabila dilakukan dengan menggunakan account administrator seperti root tersebut.




2.5 Contoh-contoh Kejahatan di Internet dan Cara Penanggulangannya


1. Bom Mail


Pengiriman bom mail ke sebuah e-mail address, biasanya dimulai oleh sentimen pribadi si pemilik e-mail address (target) dengan cracker. Cracker mengirimkan e-mail sebanyak-banyaknya ke komputer target, sehingga sistem di komputer target down (hang-up) karena kepenuhan e-mail.


Cara penanggulangannya:


a) Konsultasi dengan ISP (Internet Service Provider)


b) Protes ke pengirim & ISP pengirim


c) Menaruh filtering software di mail server, untuk mencegah pengiriman e-mail oleh cracker yang sudah teridentifikasi.


2. Batu Loncatan Penyerangan


Sistem komputer dengan pengamanan lemah, tak jarang digunakan oleh cracker sebagai batu loncatan untuk menyerang target (komputer) lain, dengan maksud untuk lebih mengaburkan jejak si cracker .


Untuk itu, setiap penanggung jawab sistim komputer, sebenarnya tidak hanya bertanggung jawab terhadap sistimnya sendiri, tapi juga bertanggung jawab terhadap jaringan lain, baik yang terdekat maupun jaringan yang relatif jauh dari jaringan Internet wilayahnya. Sebagai langkah preventif, penerapan sistim deteksi penerobosan merupakan suatu hal yang sangat disarankan.


3. Pemalsuan ID


Seorang cracker hampir dapat dipastikan tidak akan pernah memakai ID (identifitas) asli yang dimilikinya. Cracker akan berusaha menggunakan ID milik orang lain, atau membuat ID palsu dalam setiap gerakannya. Untuk mendapatkan ID orang lain, cracker dapat mencari lewat penye-“trap”-an data-data yang lewat jaringan, dan menganalisanya.


Penanggulangannya adalah dengan penggunaan server yang didukung oleh costumer service dari pembuat program adalah suatu hal yang mutlak diperlukan oleh situs internet, terutama yang mempunyai tingkat kepopuleran yang tinggi. Sehingga setiap kelemahan yang ditemukan dari suatu sistim bisa segera didapatkan penanggulangannya. Selain itu, perlu juga dipertimbangkan pemilihan server dari pembuat program yang lebih mengutamakan kestabilan sistem daripada kelebihan fungsi-fungsi di level aplikasi. Penggunaan sistim otentikasi yang baik seperti otentikasi dengan menggunakan kartu pintar (smart card), sidik jari dan lain-lain, merupakan salah satu jalan keluar dari masalah ini.


4. Pencurian File Password atau data Customer


Salah satu cara untuk mendapatkan ID milik orang lain, tak jarang seorang cracker berusaha mencuri file password dari suatu sistem, kemudian menganalisanya. Lebih dari itu, cracker secara pribadi ataupun bersindikat, berusaha mencuri data rahasia suatu perusahaan untuk dijual ke perusahaan lawan.


Untuk penanggulangan pencurian file password adalah dengan melakukan pencegahan penggunaan password yang mudah ditebak, sehingga biarpun file dicuri, tidak terlalu bermanfaat. Cara lainnya adalah dengan menggunakan sistim shadowing pada sistim password di sistim Unix, atau untuk sistim WindowNT, Microsoft menerapkan sistim enkripsi (penyandian). Biasanya, sistim server yang menangani jasa web ini tidak menggunakan pendekatan keamanan dalam pengoperasiannya. Padahal, walaupun suatu sistim dikatakan kuat oleh pembuatnya,kalau tidak didukung dengan security policy (peraturan /kebijaksanaan internal keamanan) dan pengoperasian yang baik, tidak akan bisa menghasilkan sistim yang kuat. Selain itu, hubungan dengan pihak pembuat program merupakan salah satu hal yang diperlukan dalam membangun sistim yang tahan serangan. Untuk pengamanan data yang melewati jaringan terbuka seperti Internet, tidak ada jalan lain selain penggunaan enkripsi sehingga data yang lewat tidak bisa dimanfaatkan orang yang tidak berhak ataupun oleh cracker.


5. Penggantian isi Homepage (Deface)


Masalah ini pun sering kali menimpa beberapa site di Indonesia. Contohnya oleh cracker portugis (dalam masalah Timor Timur) dan Cina (tentang kerusuhan Mei 1998 yang banyak menewaskan orang-orang Cina di Indonesia). Bahkan, di Jepang pun HP Science Technology Agency di-crack lewat penggantian halaman depan HP. Di AS, seorang cracker pernah berhasil mendapatkan ratusan ribu data kartu kredit dari hasil analisa program yang ditanamkan di server ISP-nya.

Untuk menangani masalah ini biasanya seorang admin web harus bekerja keras untuk bisa mengembalikan halaman websitenya kembali seperti semula. Alangkah baiknya jika seorang admin web selalu mengikuti perkembangan berita-berita yang berkaitan dengan celah-celah keamanan aplikasi yang digunakan pada web tersebut. Dengan mengikuti berita tersebut maka seorang admin web dapat selalu mengupdate aplikasi yang di gunakan pada web nya sehingga terhindar dari deface. Selain itu admin web juga harus sering-sering mem back up data web sitenya terutama database, hal ini perlu dilakukan


untuk langkah awal jika admin web tersebut sudah kecolongan maka dia dengan segera dapat mengembalikan websitenya kembali seperti semula.


1. Program Jebakan


Trojan Horse (kuda troya) sudah dikenal sebagai salah satu teknik cracker yang sangat ampuh dan sering digunakan dalam kejahatan-kejahatan di Internet. Cracker memberikan program gratis, yang feature-nya bagus (banyak fungsi-fungsi program yang bermanfaat) dan penggunaanya mudah dan enak (user friendly), tetapi di dalam program tersebut, sebenarnya si cracker ‘menanamkan’ program lain yang tidak terlihat oleh user. Misalnya program untuk pencurian ID dan password, pencurian file-file tertentu dan lain-lain.


Cara penanggulangannya yang paling utama adalah dengan memasang Fire Wall dan Ativirus yang selalu di up date. Selain itu juga dengan mengupdate Sistem Operasi yang digunakan untuk menutup hole atau lubang keamanan pada Sistem Operasinya.


2. Shutdown Service


Seorang cracker terkadang berusaha meng-hang-up suatu sistem, dengan tujuan agar sistem target tidak dapat melayani service dari semua user. Kejadian ini pernah menimpa Microsoft, yang mana akses ke homepage-nya oleh semua user ditolak, karena komputer server dibuat ‘sibuk’ sendiri oleh si cracker.


Biasanya penyebab masalah ini adalah terletak pada program server yang menangani suatu jasa/service tertentu. Yang paling sering terjadi adalah desain program server yang tidak memikirkan/ mempertimbangkan masalah keamanan jaringan, sehingga penggunaan buffer (tempat penampungan sementara di memori/hard disk) tidak terkontrol dan mengakibatkan server tidak bisa menangani permintaan jasa dari pengguna yang sebenarnya. Untuk menanggulangi masalah ini, penanggung jawab sistim sebaiknya selalu melakukan pengecekan terhadap program yang dipakainya dengan melakukan pencocokan jejak (log) kriptografi dari programnya dengan jejak yang disediakan oleh pembuat program.




2.6 Cara Aman Berselancar di Dunia Maya


Banyak penjahat di dunia internet ini, dan mereka selalu berusaha mencari kelengahan kita sewaktu sedang surfing di internet, apalagi pada saat ini bisnis di dunia internet sangat menjanjikan. Oleh karena itu ke hati-hatian sangat diutamakan jangan sampai para penyusup masuk ke system dan mengobrak-abriknya.


Berikut ini ada beberapa tips agar terhindar dari tangan tangan jahil di dunia maya.


  1. Gunakan Favorites atau Bookmarks


Pengguanaan Favorites atau Bookmarks ini dimaksudkan untuk menjamin website yang dimasuki adalah benar-benar website bisnis internet yang telah diikuti, sebab banyak upaya pencurian username dan password dengan cara membuat website palsu yang sama persis dengan aslinya, dengan URL yang mirip dengan aslinya. Jika dalam melakukan aktifitas menemukan kejanggalan yaitu tampilan halaman yang berubah dan koneksi terputus lalu muncul halaman yang meminta memasukkan username dan password,


  1. Gunakan Antivirus


Pastikan pada komputer sudah terinstal Antivirus, gunakan Antirus profesional seperti Norton Antivirus, McAfee Antivirus, Kaspersky, F-Secure dan antivirus buatan vendor yang sudah berlisensi. Penggunaan antivirus akan sangat membantu untuk mengantisipasi masuknya virus ke PC. Update antivirus juga sangat bermanfaat untuk menangani jika terdapat virus baru yang beredar.


  1. Gunakan anti Spyware dan anti Adware


Selain Virus ada yang harus diwaspadai yaitu Spyware dan Adware, Spyware adalah sebuah program kecil yang masuk ke komputer kita dengan tujuan memata-matai kegiatan berinternet kita dan mencuri semua data penting termasuk username dan password, Adware juga begitu tetapi lebih pada tujuan promosi yang akan memunculkan jendela/pop-up di komputer kita ketika sedang browsing, biasanya berupa iklan website porno.






  1. Gunakan Firewall


Untuk lebih mengoptimalkan pertahanan komputer maka gunakanlah firewall, untuk Windows XP dan Vista bisa menggunakan firewall standar yang ada, saat ini ada beberapa firewall yang cukup mumpuni untuk mencegah para penyusup, seperti Comodo Firewal, Zone Alarm, ataupun mengaktifkan Fireall bawaan Windows.


  1. Gunakan Internet Browser yang lebih baik


Daripada menggunakan Internet Explorer bawaan WIndows, lebih baik menggunakan Browser alternatif yang lebih aman dan mempunyai proteksi terhadap hacker yang lebih canggih.Saat ini beberapa penyedia browser yang selalu bersaing memberikan yang terbaik bagi user, seperti Mozila Firefox, Opera, Google Chrome dan lain-lain.


  1. Hilangkan Jejak


Windows dan browser biasanya akan menyimpan file-file cookies, history atau catatan aktivitas user ketika berinternet, ini merupakan sumber informasi bagi para hacker untuk mengetahui kegiatan user dan juga mencuri username dan password yang telah digunakan dalam berinternet, selain itu hacker juga biasa mengikut sertakan file-file pencuri data mereka di folder-folder yang menyimpan cookies dan history ini di komputer .(Cookies = file yang masuk ke komputer ketika kita mengunjungi sebuah website.


History = Daftar kegiatan kita ketika berinternet yang disimpan oleh browser yang kita gunakan). Selalu hapus semua jejak berinternet agar para hacker tidak bisa menyusup ke komputer.


  1. Ganti password sesering mungkin


Yang paling penting adalah mengganti password yang digunakan sesering mungkin, sebab secanggih apapun para hacker dapat mencuri username dan password tidak akan berguna. jika password sudah berubah ketika para hacker itu berusaha masuk ke website bisnis internet yang diikuti




  1. Buat password yang sukar ditebak


Jangat buat password yang berisikan tanggal lahir, nama keluarga, nama biatang peliharaan , atau menggunakan kalimat pendek dan umum digunakan sehari-hari. Buatlah password sepanjang mungkin semaksimal mungkin yang diperbolehkan, buat kombinasi antara huruf besar dan huruf kecil dan gunakan karakter spesial seperti ? > ) / & % $, dan yang paling penting jangan simpan catatan password di komputer dalam bentuk file, buatlah catatan pada selembar kertas dan taruh di tempat yang aman di sisi komputer , buatlah seolah-olah itu bukan catatan password, jangan simpan di dompet, jika dompet hilang maka akan kesulitan nantinya.


  1. Jangan terkecoh e-mail palsu


Jika mendapatkankan email yang seakan-akan dari pengelola website bisnis internet atau e-gold yang ikuti dan meminta untuk mengirimkan username dan password , jangan hiraukan dan segera hapus email tersebut, jangan klik link apapun yang ada dan jangan buka attachment yang disertakan, pihak pengelola bisnis internet dan e-gold tidak pernah mengirim email semacam itu.
























BAB III


PENUTUP


3.1 Kesimpulan


Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :


a. Jaringan komputer internet yang sifatnya publik dan global pada dasarnya kurang aman.


b. Untuk meningkatkan keamanan jaringan internet dapat menggunakan beberapa metode, contohnya metode authentikasi, penggunaan metode enkripsi-dekripsi, dan menggunakan Firewall.


c. Kelemahan suatu sistem jaringan dapat dilihat dengan menggunakan tool-tool seperti scanner, TCP/IP assembler, Network Protocol Analyzer, dan lain-lain.


d. Selain teknologi yang berguna untuk menjaga keamanan jaringan internet, faktor orang, dalam hal ini pengguna jaringan internet, harus juga mempunyai etika berinternet yang baik.




3.2 Saran


Diharapkan di masa mendatang dapat ditemukan teknologi yang lebih baik


untuk menjaga keamanan jaringan. Diharapkan juga pengguna-pengguna internet


memiliki itikad yang baik dalam menggunakan jaringan internet.





DAFTAR PUSTAKA


Ø Raharjo, Budi Handbook :Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet




Ø Agus Fanar Syukri, Masa Depan Sekuriti Informasi Artikel Populer


IlmuKomputer.Com diambil dari www.ilmukomputer.com di akses pada hari Minggu 01 November 2009




Ø http://www.oeang.com/caraaman.htm diakses pada hari Minggu 01 November 2009










Ø http://atjeh-joomla.org diakses pada hari Selasa 3 November 2009


Ø www.prokunga.com diakses pada hari Selasa 3 November 2009